Materi Renungan


Pohon itu Berkat dari Tuhan

Sabtu, 06 Juli 2024 – Ulangan 20 : 19 – 20

Memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia pada tahun 2017, DISNAKERTRANS menggunakan Slogan: “Selembar Daunku Berarti Secercah Kehidupan di Bumi yang kau pijak”. Kalimat dalam slogan ini menjadi penegasan bagi kita tentang pentingnya pepohonan untuk keberlangsungan hidup di bumi. Nas bacaan hari ini juga mengingatkan hal yang sama, pohon adalah berkat dari Tuhan. Dalam keadaan terdesak sekalipun seperti peperangan, kita tetap diminta untuk menjaga setiap ciptaan Tuhan. Pepohonan sebenarnya tidak hanya sekadar objek di alam, namun makhluk hidup yang menjadi pelindung kehidupan. Ada berbagai macam manfaat yang kita dapati dari sebuah pohon. Menyediakan sumber daya penting bagi kehidupan manusia, misalnya: oksigen, buah-buahan, bahkan akar pohon mampu menahan tanah dan menjaga aliran air saat datangnya hujan deras. Betapa penting dan bermanfaatnya pepohonan bagi keberlanjutan hidup semua makhluk. Firman Tuhan di hari ini mengingatkan kita semua untuk terus memelihara bumi, menghormati dan menghargai pepohonan sebagai simbol kasih dan pemeliharaan Tuhan. Hentikanlah penebangan liar dan pengrusakan hutan. Janganlah karena ulah kita, pepohonan menjadi rusak. Semoga kita terus menunjukkan rasa syukur melalui tanggung jawab kita untuk menjaga dan melestarikan pepohonan sebagai anugerah berharga dari Tuhan.

DOA: Tuhan, kami mau selalu menjaga pohon yang adalah berkatMu bagi kehidupan, Amin.

Kristus Menjadi Dasar Hidup

Minggu, 07 Juli 2024 – 1 Petrus 2 : 1 – 10

Rumah yang berkualitas pasti memiliki dasar yang kokoh. Dasar yang kokoh atau kuat menjadikan sebuah rumah dapat bertahan dalam setiap ancaman. Ketika diterjang angin kencang pun rumah tersebut tetap berdiri tegak karena memiliki dasar yang kokoh. Menjadi orang Kristen berarti harus tetap menjadikan Kristus sebagai dasar beriman dalam hidup yang dijalani. Rasul Petrus menasihati jemaat agar berusaha membangun hidup sebagai umat Tuhan. Hidup sebagai umat Tuhan artinya harus menjaga kekudusan dalam setiap kenyataan. Kekudusan hidup yang dimaksud adalah menjauhkan diri dari segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, fitnah bahkan perbuatan lainnya yang jauh dari kehendak Yesus Kristus. Orang percaya haruslah tetap hidup dengan menjaga kekudusan dan saling mengasihi. Saat hidup yang kudus dan kasih persaudaraan diaktakan maka sesungguhnya orang percaya telah memberitakan tentang Yesus Kristus melalui perilaku yang berkualitas. Hal ini penting sebab orang percaya akan berjumpa dengan begitu banyak kenyataan hidup. Berjumpa dengan orang yang beragam, situasi hidup yang berguncang. Atas dasar itu maka orang percaya harus memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi setiap kenyataan hidup. Dasar hidup yang kuat adalah tetap menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman atau patokan yang mengarahkan dan menuntun. Karena itu, jadikanlah Kristus sebagai dasar agar sebagai orang percaya kita tetap menjalani hidup dengan berkualitas..

Doa: Bimbinglah kami dengan Roh-Mu ya Tuhan agar kami tetap hidup meneladani-Mu. Amin.

Hiduplah Sebagai Pelayan Kristus!

Senin, 08 Juli 2024 – Roma 1: 1-7 

Hidup adalah anugerah dari Tuhan kepada manusia. Ada begitu banyak anugerah Tuhan dalam hidup manusia salah satunya yakni potensi atau kemampuan diri.  Setiap manusia tentu memiliki kemampuan atau potensi di dalam dirinya. Potensi atau kemampuan pada setiap manusia harus tetap dikembangkan atau didayagunakan untuk kebaikan bersama dalam hidup. Rasul Paulus memperkenalkan dirinya sebagai orang yang dipanggil dan dipilih oleh Yesus Kristus untuk memberitakan Injil Allah. Anugerah yang diterima oleh Paulus kemudian digunakan untuk setia melakukan tanggung jawab pemberitaan dimanapun ia berada. Hidup dan pelayanan yang ditunjukkan oleh Rasul Paulus menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk tetap menggunakan anugerah Tuhan bagi kebaikan bersama. Anugerah yang Tuhan berikan melalui potensi atau kemampuan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Melalui anugerah itulah maka orang percaya dituntut untuk terus memuliakan Tuhan lewat setiap karya dimanapun berada. Jagalah kekudusan hidup sebagai orang-orang yang telah menikmati anugerah Tuhan. Hiduplah sebagai pelayan Yesus Kristus sebab Ia telah menganugerahkan kehidupan bagi setiap orang percaya

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami agar tetap menjadi pelayan-Mu yang setia. Amin.

Melayani Tuhan Dengan Segenap Hati

Selasa, 09 Juli 2024 – ROma 1: 8-15

Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang mempunyai tujuan untuk sesuatu yang baik. Tujuan dari setiap pekerjaan dapat tercapai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam melakukan pekerjaan tertentu, setiap orang harus menggunakan potensi atau kemampuan agar kerja yang dilakukan berlangsung dengan baik. Rasul Paulus menunjukkan teladan dalam pekerjaan pemberitaan yang ia lakukan bagi jemaat-jemaat Kristen. Teladan yang dimaksud ialah Rasul Paulus bersungguh-sungguh melakukan tanggung jawabnya sekalipun berhadapan dengan tantangan atau kesulitan. Dalam tantangan yang dihadapi Rasul Paulus, ia menulis surat kepada jemaat di Roma untuk menguatkan iman kepada Yesus Kristus dan mengokohkan persekutuan bersama. Iman kepada Yesus Kristus dan keutuhan adalah cara untuk menghadapi setiap kesulitan yang dihadapi oleh jemaat. Rasul Paulus sekalipun berada di dalam kesulitan tetapi ia tetap menguatkan jemaat yang juga sementara menghadapi tantangan. Pelayanan Rasul Paulus menjadi kekuatan bagi orang percaya agar dalam melakukan setiap pekerjaan atau pelayanan harus dilakukan dengan segenap hati. Sekalipun ia berhadapan dengan kesulitan atau tantangan namun kesungguhan hati harus diwujudkan agar tujuan dari pekerjaan atau pelayanan dapat tercapai. Ingatlah! apapun yang dilakukan merupakan tanggung jawab kepada Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu. Karena itu, tetaplah setia melayani Tuhan dalam setiap hal dengan segenap hati.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk terus melayani-Mu. Amin.

Allah Mengampuni dan Memberkati

Rabu, 10 Juli 2024 – Kisah Para Rasul 18 : 24 – 28

Tanggung jawab pemberitaan adalah tugas dari setiap orang percaya. Orang percaya dituntut untuk setia menunjukkan kebaikan Yesus melalui pikiran, tutur kata dan perbuatan setiap hari. Seringkali perkataan atau perbuatan orang percaya tidak sejalan dengan ajaran Tuhan. Bahkan, apa yang dikatakannya sebagai bentuk imannya pun tak sama dengan apa yang dilakukannya. Oleh sebab itu, memberitakan jalan Tuhan harus dilakukan dalam totalitas dirinya sebagai orang beriman. Jalan Tuhan yang dimaksud adalah seluruh kehendak Yesus Kristus yang diimani setiap orang percaya. Kesetiaan Apolos – termasuk juga Priskila dan Akwila – untuk memberitakan tentang Yesus menjadi contoh bagi orang percaya di masa kini agar setia menyaksikan tentang Yesus dimanapun berada. Selain itu, menjaga persekutuan bersama adalah kekuatan dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan atau pelayanan masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, berilah RohMu menuntun kami dalam tugas pemberitaan. Amin.

Kristus Menguatkan Setiap Orang Yang Percaya Kepada-Nya

Kamis, 11 Juli 2024 – Kisah Para Rasul 14 : 21 – 23

Sebuah karang di tepi laut tetap berdiri kokoh ketika ombak menerjang. Dalam menjalani kehidupan, orang yang memperoleh keberhasilan adalah mereka yang kuat menghadapi tantangan atau kesulitan. Paulus dan Barnabas menghadapi tantangan dari orang-orang yang tidak menyukai mereka karena keduanya setia melayani. Keteguhan iman Paulus dan Barnabas membuat mereka tetap melakukan tugas pemberitaan di beberapa kota. Ketekunan di dalam iman kepada Yesus Kristus membuat Paulus dan Barnabas dapat melakukan tanggung jawab tersebut dengan baik. Hal inilah yang disampaikan kepada orang-orang percaya pada waktu itu. Ketekunan kepada Yesus Kristus yang berwujud dalam keteguhan hati untuk berjalan sesuai kehendak Yesus membuat Paulus – juga Barnabas – diselamatkan dari ancaman kehidupan yang dihadapi. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus tetap teguh di dalam iman. Keteguhan iman itulah yang membuat orang percaya dapat bertahan menghadapi setiap kemelut hidup. Jangan kuatir sebab Yesus Kristus selalu menguatkan orang-orang yang setia mengandalkan-Nya dalam seluruh perjalanan hidup.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu menghadapi setiap pencobaan. Amin.

Kebahagiaan Menjadi Pengikut Kristus

Jumat, 12 Juli 2024 – Matius 16 : 13 – 20

Kebahagiaan merupakan keinginan dari setiap manusia. Hidup yang dijalani tentu disertai dengan keinginan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan yang merupakan kebahagiaan bagi setiap orang. Hal ini tentu tidak dapat dipungkiri sebab tujuan hidup dari manusia adalah memperoleh berbagai kebahagiaan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam kehidupan beriman, kebahagiaan bagi setiap orang percaya adalah Tuhan menganugerahkan kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik bukan hanya untuk masa kini tetapi juga bagi masa yang akan datang. Pengakuan Petrus tentang siapa Yesus menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk mewujudkannya dalam hidup yang dijalani. Pengakuan itu berkaitan dengan keberadaan Yesus sebagai Mesias – Anak Allah Yang Hidup. Hal ini berarti bahwa seluruh hidup orang percaya akan aman terpelihara di dalam perlindungan Yesus, Sang Mesias. Pengakuan kepada Yesus itu haruslah terwujud dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya. Selain itu, menjaga keutuhan sebagai umat Tuhan juga merupakan cara mewujudkan pengakuan akan Yesus Kristus dalam hidup beriman. Yakinlah bahwa jika tetap setia menjadikan Yesus Kristus sebagai Penolong dalam seluruh perjalanan hidup maka kebahagiaan akan diperoleh setiap orang percaya.

Doa: Ya Kristus, tolonglah agar kami tetap tekun hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

Menjadi Rekan Sekerja Allah

Sabtu, 13 Juli 2024 – 2 Korintus 8 : 22 – 24

Teks 2 Korintus 8:22-24 yang menjadi dasar perenungan di hari ini memperlihatkan tentang kerelaan Titus dan kedua temannya untuk menjadi rekan kerja Allah bersama-sama dengan Paulus. Salah satu tugas yang diberikan Paulus kepada Titus yakni mengumpulkan persembahan dari jemaat Korintus untuk menolong orang Kristen di Yerusalem yang sementara mengalami kesulitan hidup. Mungkin bagi sebagian orang, mengumpulkan persembahan umat adalah persoalan yang mudah, tetapi tidak di zaman Paulus. Hal itu dikarenakan, tugas pelayanan untuk mengumpulkan uang membutuhkan kejujuran dan kerelaan yang sungguh dari setiap pelayan. Apalagi, ditambah dengan lokasi pengumpulan yang jauh dan jemaat-jemaat yang tidak dikenal sebelumnya. Namun menariknya, Titus tetap menerima tugas pelayanan tersebut. Kerelaan Titus dan kedua rekannya menjadi panggilan untuk setiap umat Kristen saat ini agar turut bersedia menjadi rekan kerja Allah di tengah-tengah dunia ini. Karena itu, tugas pelayanan yang diemban jangan dilihat sebagai beban. Justru sebaliknya, tugas pelayanan harus dipahami sebagai anugerah Allah, sehingga kita perlu memiliki kesungguhan hati untuk melakukan tugas itu.

Doa: Tuhan, mampukan dan layakanlah kami menjadi rekan kerja-Mu. Amin.